Menentukan Tarif Freelancer
Di dunia maya sekarang ini sudah banyak situs-situs khusus freelancer. banyak menawarkan berbagai jasa freelancer terutama dalam hal jasa desain, penulisan atau website, ke tiga bidang ini menjadi juaranya dalam dunia freelancer. Sebagai seorang freelance designeur Saya juga dikelilingi oleh freelancer dibidangnya masing-masing.
Namun harus ditekankan disini, menjadi seorang freelancer sangat berbeda dengan menjadi seorang pegawai swasta di sebuah perusahaan formal, mereka yang bekerja di perusahaan formal biasa mendapat gaji yang pasti tiap bulan yang sudah ditentukan oleh kontrak kerja di awal kita masuk kerja di perusahaan. Seorang freelancer berbeda dengan gaya itu, tanpa mengecilkan ataupun membedakan dengan pegawai umum maupun sebaliknya, para freelancer tidak mempunyai jumlah pasti dalam penghasilan yang diperoleh tiap bulannya. Seorang freelance designeur dengan seorang freelance programmer tentu lebih beda secara jumlah penghasilan, ambil saja contoh, seorang freelance programmer bias mendapatkan fee di atas 4 juta rupiah untuk satu projek website company profile yang mana dateline nya paling hanya 3 minggu atau bahkan ada yang hanya seminggu, berbeda dengan dengan freelance designeur yang mengerjakan projek yang sama namun untuk media print, biasanya sebuah company profile dalam bentuk print mematok harga perpage. biasanya mahal di cover saja, perpage misalkan tarif umum sebesar 90.000 /page sampai 150.000/page dan cover dari kisaran 200.000 hingga 500.000, dan biasanya sebuah company profile di buat hanya dalam jumlah halaman yang sedang, tidak terlalu banyak maupun tidak sedikit, ambil contoh 15 halaman. Jika kita sebagai pemulai memasang tarif 80.000/page dan cover 200.000 (termasuk cover belakang), 80.000x15=1200.00+200.000=1.400.000 untuk satu projek company profile dalam bentuk print. Biasanya para freelancer kesulitan menentukan harga, akhirnya terjebak dalam harga “gak enak”, gak enak nolak karena sama teman, atau gak enak nolak karena takut client kabur karena kita pasang tarif terlalu tinggi. Kita tinggal pinter-pinter nawar sama pasang harga aja, sedikit saran, untuk beginners mungkin terima aja projeck yang kita dapet, walaupun harga di luar keinginan kita, tapi itu penting untuk portfolio kita. Kalo teman teman punya pengalaman atau saran mengenai tariff freelancer bias nimbrung di komen. wassalam, Artikel ini juga hadir di blog Worpress saya di https://rismanfaris.wordpress.com/

Komentar
Posting Komentar